Menurut Aristoteles dalam proses belajar Filsafat, seseorang akan menyukai Filsafat jika seseorang itu menemukan "Thauma". Apa itu? Thauma yangk dimaksud di sini yaitu "Kagum", dan kagum yang seperti apa yang dimaksud di sini? Kagum di sini berasal dari "Aporia". Muncul lagi kata-kata ilmiah yang membingungkan. Jadi Aporia itu adalah problem yang sulit di cari solusinya, lebih tepatnya kalau dari kamus ilmiah Aporia itu adalah jalan buntu dalam memecahkan masalah.
Jadi, kalau seseorang sedang belajar filsafat, maka dia harus kagum dulu terhadap masalah-masalah filsafat yang sedang dipelajari, sehingga memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang membuat semangat dalam belajar filsafat, dari problem-problem yang di dapat di atas akan memunculkan "prinsip-prinsip dalam berfilsafat" yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam belajar filsafat. Nah apa saja prinsip-prinsip dalam berfilsafat itu?
Prinsip-prinsip itu di yaitu:
1.meniadakan kecongkaan, maksudnya Seseorang yang belajar filsafat harus meninggalkan/menghalau semua kesombongan intelektualnya, merasa bahwa dirinya bukan orang yang sangat ahli dalam berfilsafat melainkan merasa bahwa dirinya merupakan orang yang biasa-biasa saja dalam berfilsafat, karena masih banyak lagi orang yang lebih dibandingkan dirinya, sehingga dapat memotivasinya untuk terus belajar filsafat.
2.kesetaian pada kebenaran, maksudnya
Seseorang harus memerlukan sikap mental berupa kesetiaan pada kebenaran.
3.memahami persoalan-persoalan filsafat dan berusaha memikirkan jawabannya, jadi seseorang yang belajar filsafat harus memahami secara sungguh-sungguh tentang persoalan-persoalan filsafat dan berusaha memikirkan jawaban dari persoalan-persoalan filsafat tersebut. Contoh, misal pengkajian tentang kenapa seseorang sangat menyukai batu akik dan bahkan sampai tergila-gilanya dan dia mau mengluarkan semua hartnya? Nah dari contoh batu akik itu kita harus paham betul apa sbenarnya batu akik itu. Dan berusaha memikirkan jawaban dari persoalan itu.
4.melatih intelektual dengan lisan dan menulis, maksudnya seseorang yang belajar filsafat harus secara aktif melatih intelektualnya dari waktu ke waktu, dengan menuangkannya dalam bentuk argumen secara lisan dan juga secara tulisan.
5.sikap keterbukaan diri, setelah melewati ke 4 tahap prinsip di atas seseorang yang belajar filsafat setidaknya tidak dihinggapi oleh pandangan yang sempit yang tertuju pada satu arah saja, jadi dia harus mau menerima kritik dari orang lain karena kritik itu adalah jembatan kita untuk menuju arah yang lebih baik lagi dari yang sekarang, dalam hal belajar berfilsafat.
Nah itulah prinsip-prinsip dalam berfilsafat.
Semoga bermanfaat untuk semuanya. 😊
Friday, September 25, 2015
PRINSIP PRINSIP DALAM BERFILSAFAT
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment