Friday, April 8, 2016

Awal Zaman Modern dan Semangat Filsafat Modern

Filsafat merupakan bentuk pengetahuan yang berkaitan dengan bentuk-bentuk kehidupan (F. Budi Hardiman:2011:1). Sehingga bisa di katakan bahwa seluruh esensi pemikiran tokoh-tokoh filsafat terlibat dalam kebisingan semangat zaman pada waktu filosof tersebut hidup. Berubah zaman, maka berubahlah bentuk bentuk pemikiran filsafat.
Demikianlah yang terjadi pada filsafat modern. Filsafat modern juga tidak bisa lepas dari kebisingan semangat zaman. Betapapun terlihat murni pemikiran para tokoh filsafat modern, tidak akan pernah bisa lepas dari kebisingan semangat zamannya.

Periode Yang Disebut "Zaman Modern"
Banyak ahli sejarah menyepakati bahwa sekitar tahun 1500 adalah hari kelahiran zaman modern di Eropa(F. Budi Hardiman:2011:2). Meski begitu  Filsafat modern dirintis dalam berbagai tahapan. Mulai dari zaman Renaisans sampai akhir periode modern yaitu Filsafat Eksistensialisme awal. Tahapan awal kemunculan filsafat modern
Diawali gerakan-gerakan kritis terhadap zaman sebelumnya. Diawali zaman Renaisans, tokohnya Machievelli, Giardano Bruno, Francis Bacon. Kemudian tahap Rasionalisme, tokohnya Rene Descartes, Baruch de Spinoza, Leibniz, Blaise Pascal. Selanjutnya tahap Empirisme, tokohnya Thomas Hobbes, John Locke, Goerge Barkeley, David Hume. Kemudian zaman Pencerahan, tokohnya Voltaire, Montesquieu, Rousseau dll. Tahap Idealis, tokohnya Immanuel Kant, Hegel dll. Tahap Positivisme, tokohnya August Comte, J.S Mill dll. Tahap Materialisme, Karl Marx dll. Dan Tahap Eksistensialisme awal, Nietszche.

"Modernitas" bukan hanya merujuk pada perubahan atau perkembangan periode, namun lebih menekankan perubahan bentuk-bentuk kesadaran atau pola-pola berfikir yang sifatnya kebaharuan. Yang mana kesadaran tersebut menghasilkan sesuatu yang baru seperti sains, ilmu teknologi, teknik ekonomi dan lain-lain.
Sebagai sebuah kesadaran modernitas di cirikan oleh 3 hal. Pertama, "Subyektivitas" yaitu di zaman modern manusia menyadari dirinya sebagai subyektum atau dapat diartikan manusia sebagai pusat realitas yang menjadi ukuran segala sesuatu. Dalam buku F. Budi Hardiman(2011:3) di jelaskan ilustrasi sebagai berikut. Dalam karya sejarawan Swiss, Jacob Burckhardt, dalam bukunya Die Cultur  der Renaissance in Italian (kebudayaan Renaisans di Italia,1859), menjelaskan bagaimana mesyarakat abad pertengehan(sebelum renaisans) lebih mengenal dirinya sebagai ras, rakyat,partai,keluarga, atau singkatnya sebagai masyarakat yang hidup dalam kelompok. Lewat modernisasi yang berupa pembaharuan lewat renaisans masyarakat Italia lebih menyadari dirinya sebagai individu.
Di dalam filsafat kita akan mendengar pernyataan Deskartes yang sangat termasyhur "cogito ergo sum" (saya berfikir maka saya ada). Pernyataan ini adalah formulasi yang dipertahankan bahkan sampai abad ke-20, pernyataan ini mempunyai maksud bahwa manusia(individu) bisa mengetahui kenyataan dengan akal rasionya sendiri, tentu ini berbeda sebelum pembaharuan tepatnya di zaman pra-renaisans yang menganggap manusia bisa mengetahui kenyataan dari wahyu dan mitologi.
Kedua, adalah kritik. Kritik sudah implisit dalam pengertian subyektivitas, dimana dengan subyektivitas yang berada dalam diri individu, rasio tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, melainkan juga menjadi pengetahuan praktis untuk membebaskan individu dari wewenang tradisi atau untuk memnghancurkan prasangka-prasangka yang menyesatkan. Dalm zaman Pencerahan Emanuel kant mengatakan "terbangun dari tidur dogmatis", yaitu kemampuan kritis rasio mampu membenaskan diri dari prasangka pemikiran-pemikran tradisional yang bersifat dogmatis.
Ketiga, adalah kemajuan. Subyektifitas dan kritik pada akhirnya mempunyai tujuan akan kemajuan. Yakni kemajuan yang bersifat pembaharuan.

Filsafat Modern sebagai Pemberontak Intelektual
Diatas di sebutkan bahwa pemikiran modern mempunyai 3 ciri yaitu subyektivitas,kritis, dan kemajuan, ini jelas bertolak dari zaman sebelumnya yang disebut-sebut sebagai zaman "tradisional". Pemikiran abad pertengahan ditandai oleh kesatuan, keutuhan, dan totalitas yang koheren (berhubungan) dan sistematis yang tampil dalam bentuo metafisika atau ontologi. Filsafat Thomas Aquinas adalah puncak pemikiran di zaman pertengahan ini yang kemudian digantikan dengan zaman awal pembaharuan yaitu Renaisans.
Dengen ini sudah jelas bahwa pemikiran zaman modern dapat dipahami sebagai pemberontakan intelektual terhadap pemikiran abad pertengahan. Dimana pemberontakan intelektual ini  terus menerus menyerang pemimikiran metafafisika tradisional.
Pemberontakan intelektual menghadirkan ambivalensi dalam filsafat modern.  yaitu pertentangan antara yang pro-midernitas dan yang menolak modernitas, ambivalensi tersebut dapat di jelaskan sebagai berikut. Pertama, kita menganggap mdernitas sebagai disintegrasi intelektual. Dimana kelahiran modernitas itu sebagai anarki yang memecah keutuhan dan ketertiban karena mengkritik pemikiran-pemikiran zaman pertengahan. Bagi para pro-zaman pertengahan yang ingin mempertahankan kebudayaan metafisika tradisional, malah menganggap bahwa modernitas adalah suatu kemrosotan intelektual.
Kedua, bagi yang setuju dengan pembaharuan dengan kata lain pro-modernisasi, pemberontakan ini adalah sebagai emansipasi, sebuah kemajuan berfikir, dari kemandegan dan pendewaan metafisika yang mendukung sistem kekuasaan dan gerjawi tradisional.

(Sumber: F. Budi Hardiman, Pemikiran-pemikiran yang membentuk Dunia Modern, jakarta: 2011, Penerbit Erlangga)

Wednesday, January 20, 2016

Siapa August Comte?

August Comte adalah seorang filsuf dan sekaligus di gadang-gadang sebagai bapak sosiologi yang hidup kisaran tahun 1798-1857. Comte adalah orang pertama yang menggunakan istilah Sosiologi, sebelumya menggunakan istilah fisika sosial. Berubah karena comte berusaha memodelkan fisika sosial dengan "ilmu-ilmu keras" sehingga berubah menjadi sosiologi. Nah dengan sosiologi inilah comte mampu mempercepat datangnya positivisme yang membawa revormasi sosial. Apa itu positivistik akan di jelaskan d bawah.
Meskipun Comte adalah orang petama yang menggunakan istilah Sosiologi, seorang tokoh bernama Eriksson telah menentang pendapat yang menyatakan Comte sebagai “nenek moyang” sosiologi ilmiah modem. Erikson menganggap orang-orang seperti Adam Smith, atau para Moralis Skotlandia, merupakan sumber sebenarnya dari sosiologi modern.
Namun kita tidak akan membahas perdebaatan camte ataukah para moralis sklastis sebagai “nenek moyang” sosiologi ilmiah modern. Lepas dari perdebatan itu comte mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap para teoritisi sosioligis belakangan ini (khususnya Herbert Spencer dan Emile Drlurkheim).
Comte sangat terganggu dengan masyarakat Perancis yang bersikap kritis terhadap para pemikir yang membiakkan baik pencerahan dan revolusi perancis. Karena menurutnya tidaklah penting ada atau tidak nya revolusi, selain alasan itu comte adalah orang yang sejalan dan dipengaruhi oleh para Katolik kontra revolusioner (khusunya Bonald dan Maistre silahkan dicari sendiri). Meski sejalan dan dipengaruhi oleh para Katolik kontra revolusioner, karya comte bisa di pisahkan dari karya mereka karena ada dua alasan. Pertama, dia beranggapan mustahil kembali ke abad pertengahan dimana telah berkembangnya kemajuan-kemajuan di bidang ilmu dan industri, kedua, dia mengembangkan suatu sistem teoritis yang jauh lebih canggih daripada para pendahulunya, yaitu teori "Positivis" atau "Filsafat Positif" yang sekaligus di gunakannya dalam melawan revolusioner dan filsafat pencerahan yang negatif dan destruktif(merusak).
positivis yang di anggap comte sebagai sistem teori yang lebih canggih daripada pendahulunya, dapat dijelaskan dengan hukum tiga tahap(fondasi untuk menjelaskan teori positivis). Menurut comte ada tiga tahap dalam perkembangan intelektual sejarah dunia. Pertama tahap teologis, yang menandai dunia sebelum tahun 1300. Selama periode itu, perkembangan intelektual lebih menekankan kepercayaan bahwa akar segala sesuatu adalah kekuatan-kekutan supranatural dan tokoh-tokoh agamis yang di teladani masyarakat, singkatnya dunia sosial dan fisik dihasilkan oleh tuhan(àgama). Kedua ialah tahap metafisik yang terjadi kira2 1300-1800, tahap ini bisa di sebut tahap transisi dari masyarakat teologis menuju masyarakat positivis dimana rasio juga ikut andil dalam menentukan akar dari segala sesuatu. Tahap ke tiga tahap positivistik pada tahun 1800, di tandai dengan kepercayaan terhadap ilmu, era di mana manusia cenderung membuang sebab-sebab absolut (Tuhan atau alam), dan menggantinya dengan memusatkan pada pengetahuan atau penjelasan secara terperinci tentang dunia sosial maupun fisik. Singkatnya teori evolusioner comte ini adalah teori yang membawa manusia dari teologis ke positivis, karena pada masa teologis dan metafisik adalah penyebab kekacauan sosial yang di sebabkan kekacauan intelektual yang cenderung menggunakan sebab sebab absolut yang tidak memerlukan penjelasan ilmiah, kekacauan sosial ini akan berhenti jika positivistik telah mendapat kendali total, inilah alasan comte mengatakan bahwa tidak penting ada atau tidak revolusi, karena manusia cepat atau lambat akan menuju ke revolusi itu sendiri dengan positivistik.
Dan yang mempercepat kedatangan positifistik adalah sosiologi seperti yang di jelaskan d awal tadi.
Akan tetapi, signifikasi jangka panjang dari teori comte ini di kerdilkan oleh sosiologi Perancis dan ahli waris sejumlah dirinya yaitu Emile Durkheim.
Nah demikian sedikit pengetahuan dari penulis. Penulis memerlukan banyak komentar dan saran untuk memperbaiki tulisan ini.

Friday, October 30, 2015

FILSAFAT ABAD PERTENGAHAN DAN ZAMAN RENAISANS

ABAD PERTENGAHAN, Abad pertengahan sekitar abad ke 10-14.an merupakan zaman keemasan bagi gereja dan merupakan zaman kegelapan bagi ilmu pengetahuan, mengapa demikian? Karena pada zaman itu gereja menguasai atau lebih tepatnya
mengurusi dunia dan akhirat, dunia di sini yaitu pemerintah dan akhirat di sini adalah agama, di mana ketika itu pemerintah maupun agama ketika membuat kebijakan harus disetujui oleh gereja, nah inilah yang disebut "the dark age" atau masa kegelapan. Imbasnya, ilmu pengetahuan atau filsafat mengalami kendala karena harus diimbangi dengan doktrin gereja.
Dalam memahami abad pertengangan kita tidak boleh mengabaikan para pendahulu, filosof Yunani yang berpengaruh pada waktu itu adalah Plato dan Aristoteles, mereka menampakkan pengaruhnya pada dua tokoh yang berpengaruh waktu itu, yaitu Santo Agustinus dan Tomas Aquinas. Plato menampakkan pengaruhnya pada agustinus, yang menghasilkan paham "Teosentris" pada Agustinus, yaitu sebuah pemikiran dimana semua proses dalam kehidupan di muka bumi ini akan kembali kepada Tuhan. Sehingga membuat pandangan bahwa pengetahuan duniawi itu tidaklah begitu penting. Sedangkan Aristoteles menampakkan pengaruhnya pada aquinas. Namun Aquinas tidak menelaah mentah-mentah ajaran aristoteles, dia membuang hal-hal yang tidak pas dengan ajaran Kristiani dan menambahkan hal-hal baru. Sehingga filsafatnya melahirkan corak baru yaitu "Thomisme" , yang menjadi ciri khas filsafat zaman pertengahan yang disebut "Ancilla  Theologis" . Aquinas dalam hal terjadinya alam semesta berbeda pandangan dengan Agustinus. Dia menganut teori penciptaan, artinya Tuhan menciptakan alam semesta. Dengan tindakan mencipta, Tuhan menghasilkan ciptaan dari ketiadaan. Karena sesuatu timbul dari penciptaan Tuhan  maka segala sesuatu juga ambil bagian dari tuhan, berati alam material juga mempunyai kebaikan sendiri. Jika alam material memiliki kebaikan berarti Tuhan menciptakan tidak hanya pada waktu itu saja lalu ciptaannya di biarkan menanti Tuhan mengambilnya lagi, tetapi tuhan menciptakan serta memelihara ciptaannya sampai Tuhan mengambilnya. Dari pandangan ini membuat bahwa kehidupan duniawi itu juga penting.

ZAMAN RENAISANS, zaman ini terjadi antara abad 14-16, ini merupakan zaman peralihan dari zaman pertengahan menuju zaman modern. Dari zaman inilah masa dimana  ilmu pengetahuan menempati posisi kejayaannya.
Ketika zaman pertengahan atau di kenal dengan "the dark ege" atau masa kegelapan karena kemosrotannya ilmu pengetahuan di Barat pada waktu itu. di sisi lain Islam pada waktu itu mengalami masa-masa keemasannya, sehingga membuat banyak orang barat pergi ke timur dalam artian Islam untuk menuntut ilmu di sana dan di bawa ke Barat kembali.
Hijrah mereka ke Timur untuk menuntut ilmu tidak sia-sia karena mereka tau apa yang membuat Islam pada waktu itu mengalami masa keemasan. Apa yang membuat mereka berada pada masa keemasan?
Pertama, "Baca dan Tulis", ternyata pada waktu itu tradisi membaca pada islam sangat tinggi. Karena setelah mereka membaca di anjurkan untuk menulis, karena tulisan mereka akan dihargai dengan uaang.
Kedua, "Transformasi Ilmu", pada waktu itu sudah banyak bangunan sekolah-sekolah yang telah berdiri di timur, sehingga membuat proses transformasi ilmu lebih efektif.
Ketiga, "Kreativitas", setelah dua tahap membaca menulis dan transformasi ilmu, maka membentuk islam mempunyai kreativitas tinggi dari ilmu yang telah mereka dapat.
Ketiga hal inilah hasil yang di bawa orang barat, untuk di publikasikan dan di teraapkan di barat. Inilah awal mula masa renaisans/peralihan.
Setelah ketiga aspek itu telah berhasil di terapkan,  dimasa renaisans ini menekankan pada, bidang seni lukis, patung, sastra, musik, filsafat, pengetahuan dan teknologi. Contoh kecilnya yaitu lukisan Leonardo Da Vinci, dengann karyanya lukisan Monalisa, dan ini menjadi bukti renaisans tumbuh karena sebelumnya melukis di larang oleh agama.
Tokoh pemikir pada zaman renaisans yang menonjol adalah Nicolaus Copernicus (1473-1543) dan Francis Bacon (1561-1626)
Karya copernicus yang sampai saat ini masih di gunakan adalah dia menemukan bahwa matahari adalah pusat dari jagat raya, dan bumi memiliki dua macan gerak, pertama perpuutaran sehari-hari bumi pada porosnya, dan gerak tahunan bumi mengelilingi bumi. Teoti ini di sebut "Heliosentrisme" dimana matahari adalah pusat jagat raya bukan bumi seperti yang di kemukakan Ptoloumus yang kemudian di perkuat oleh gereja, teorinya di sebut "Geosentrisme" bahwa bumi pusat jagat raya bukan matahari.
Karena copernicus tokoh yang ortodoks, dia menemukan teori itu dari hasil berfilosofnya/hasil analisa.nya, sehingga kemudian di perkuat oleh Galileo Galilei bahwa matahari poros jagat raya dengan menemukan Teleskop.
Penemuan copernicus yang di perkuat galileo galilei ini telah melahirkan revolusi pemikiran tentang alam semesta, terutama astronomi. Para ilmuan astronomi menjadi semakin penasaran dengan isi di luar bumi. Sehingga seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, para astronom mampu menemukan planet baru dan menamainya. Nama nama dari planet itu di ambil dari nama dewa dewa yunani, separti venus saturnus uranus dll. Bahkan dari teori copernicus mampu membuat manusia menjejakkan kaki ke bulan.
Dan tokoh yang ke dua Francis Bacon, dia adalah orang yang melampaui zamannya dengan merintis filsafat ilmu pengetahuan. Ungkapan Bacon yang terkenal adalah "knowledge is powerpengetahuan adalah kekuasaan.
Ada tiga contoh yang membuktikan pernyataanya:
Pertama, "mesiu menghasilkan kemenangan perang modern". Yang di maksud senjata api.
Kedua, "kompas memungkinkan manusia mengarungi lautan".
Ketiga, "percetakan yang mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan".
Nah itulah bukti pernyataan Bacon.
Demikianlah sejarah dalam masa pertengahan dan masa renaisans. Yang setelah masa itu adalah masa modern. Yang akan kita bahad di lain waktu.
Semoga bermanfaat.

LANJUTKAN SELALU BUDAYA MEMBACA,  karena KATA FRANCIS BACON "PENGETAHUAN ADALAH KEKUASAAN"

Monday, October 26, 2015

SUKARNO - Pendidikan Pengangkat Derajat

Pagi ini pun saya mencoba kembali untuk menumbuhkan rasa minat baca saya. Dan saya meluangkan waktu sejenak untuk membaca buku yang membahas tentang SOEKARNO dan dari sedikit kisahnya yang saya baca, saya mendapat sedikit pelajaran meski hanya sedikit, menurut saya itu sangat berguna yaitu "pentingnya pendidikan untuk mengangkat kasta kita".

SOEKARNO, mempunyai kepribadian dengan bintang Gemini, ia lahir dari keluarga priyayi rendahan, mempunyai seorang ayah yang berprofesi menjadi guru. Kedudukan sosoial-ekonomis keluarganya hanya sedikit lebih baik dari golongan marhaen yang kemudian hari nasibnya di perjuangkan oleh Soekarno, selain itu tirak ada perbedaan Soekarno dengan kaum marhaen lainnya.

Masa muda - Soekarno mempunyai pendidikan yang menempatkannya pada kalangan atas dalam masyarakat Indonesia, pendidikannya dimulai di ElS(Sekolah Dasar Belanda), dilanjutkan HBS(Sekolah Menengah Belanda tamat th 1921.) Pada tahun 1927, ketika Soekarno memilih karir politik tidak lebih dari 78 orang indonesia yang mempunyai ijasah HBS. Ini artinya hanya 1 dari 7 juta orang indonesia yang memiliki ijasah tersebut. Lebih sedikit lagi masyarakat indonesia yang tamatan Universitas seperti Ir.Soekarno. para pemimpin pergerakan  indonesia kebanyakan dari kalangan berpendidikan, tidak memperhatikan ras, agama, asal usul yang lebih di depankam dari segi pendidikannya. Itu alasannya Soekarno berada di kalangan atas karena pendidikannya yang tinggi.

Jadi kesimpulannya "raihlah pendidikanmu setinggi mungkin, karna pendidikanmu mengangkat derajatmu".
Itu bisa kita buktikan pada realita saat ini. Bahwa pendidikanlah yang mengangkat derajat kita. Dengan pendidikan yang tinggi aspek lain akan mengikuti kita. Baik dari segi finansial maupun yang lainnya.

KAHLIL GIBRAN (seseorang bisa bebas tanpa kebesaran, tapi tidak seorangpun dapat besar tanpa kebebasn)

Kahlil GIbran adalah seorang filosof dan juga seorang penyair, lahir tahun 1896 di Bisharri atau beharre lebanon, meninggal di New York tahun 1931. Nama aslinya Jubran KAhlil Jubran agar dapat menyesuaikan lidah orang barat ia menggunakan nama Gibran Kahlil Gibran.

Ketika umur 10 tahun, ia bersama ibu dan adik perempuannya hijrah ke Boston, Amerika Serikat tahun 1894. Setelah 2 tahun disana ia kembali ke Lebanon untuk belajar di Al HIKMAH, 1896-1901. Di sekolah filsafat inilah, jiwa dan pikirannya memperoleh ketenangan dan pencerahan.
Selesai dari Madrasah Al Hikmah ia kembali ke Amerika, dan di negara inilah dia beranjak remaja dan menemukan benang benang kasih sayang yang dirajut oleh Mery Haskell. Wanita inilah yang  berjasa mengangkat nama Gibran menjadi seorang penyair.

Kehausannya akan dunia seni membawa dia untuk hijrah ke Paris, di sini lagu lagi jiwanya tergetar oleh lidah cinta dsru wanita bernama Micheline. Hatinya ternyata cukup luas untuk melabuhkan hati Mery Haskell dan Micheline sekaligus.
Sepulang dadi Perancis ia tinggal di new york, di negara yang kemajuannya akan teknologi yang tinggi tidak membuatnya mengubah keyakinanya akan keindahan  ciptaan tuhan. Baginya pohon, gunung, laut, dan bulan lebih rumit dan indah dibanding  teknologi buatan manusia.
Di new york dia mulai aktif menulis, termasuk menulis artikel.di berbagai media.
Tulisan tulisannya mampu membuat tercengang pengagum sastra dunia, termasuk kritikus sastra arab May Zidah.
Dari sinilah muncul benih benih cinta yang mampu menghalau jarak antara Mesir dan Amerika. Meski keduanya tidak pernah bertemu, namun cinta mereka tetap tumbuh subur dalam hati, tidak ada keinginan  untuk mendekatkan jarak keduanya, hingga 20 tahun, sampqi àkhirnya Gibran meninggal tahun 1913.

Sebagai pujangga karya karya Gibran dimulai dari karya berbahasa arab. karya pertamanya tahun 1905 dengan al musiqah (musik), ara'ngis al muruj(putri putri lembah) dan masih  banyak. Lagi. Saya hanya menyebutkan 2 yang lain bisa d cari sendiri atau googling. He he he..

Melalui karya karyanya Gibran merupakan seorang humanis, sebagai pemeluk kristen dia membebaskan diri dari belenggu ekslusifisme. Dengan karya karyanya dia ingin meluruskan kembali tentang agama yang telah dijadikan tatanan masyarakat untuk kepentingan pribadi raja atau politisi dan kaum agamawan agar kembali menjadi  nilai nilai luhur manusia yang di berikan Tuhan kepada manusia ( hakikat Agama yang sesungguhnya).

Tuesday, October 20, 2015

DINAMIKA PERS MAHASISWA DARI MASA KE MASA

Pers mahasiswa apakah itu? Jika bertanya tentang pers mahasiswa pasti devinisi yang muncul dari setiap orang akan berbeda, tetapi jawaban umum yang akan muncul jika ditanmys apa pers mahasiswa? devinisinya yaitu sekelompok pemuda yang melakukan praktik mendalami bidang kejurnalistikan yang bermukim disuatu perguruan tinggi. Mereka dipandang sebagai kaum inteklektual yang membawa perubahan secara progresif terhadap kondisi sosial. Jika kita melirik kebelakang sejarah pers mahasiswa sudah hadir puluhan tahun sebelum universitas di Indonesia berdiri. Pers mahasiswa yang pertama adalah organisasi sosial Indische Vereniging pada tahun 1908 yang didirikan oleh segelintir kalangan pemuda yang terkena politik etis ketika kolonial Hindia Belanda, karens pada waktu itu kolonial Hindia Belanda belum mendirikan perguruan tinggi. Maka mereka yang terkena politik etis ini kemudian dikirim untuk berkuliah di Belanda. Golongan yang terkena politik etis adalah golongan dari pribumi kaya saja. Mereka yang kemudian dikirim berkuliah di Belanda Dari segelintir kalangan itulah kemudian berkumpullah mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kesadaran perjuangan dan mendirikan organisasi sosial Indische Vereniging pada tahun 1908 dimana organisasi ini kemudian berkembang menjadi Perhimpoenan Indonesia (PI).

PI ini sedari awal menyerukan persatuan dengan dasar nasionalisme untuk mengusir cengkraman kolonialisme di Indonesia. Tuntutannya yang dimuat dan diterbitkan yaitu majalah "Hindia Poetra", majalah ini bergerak dinamis mulai dari kritiknya terhadap Volksraad(parlemen yang dibuat Hindia Belanda) agar sepenuhnya diubah menjadi parlemen rakyat secara penuh (bukan hanya penasehat birokrat), misalnya kritik terhadap sewa tanah industri gula di Hindia Belanda yang menindas kaum tani, sampai berubahnya majalah "Hindia Poetra"  menjadi "Indonesia Merdeka" yang membedah secara detil pertanyaan-pertanyaan tentang konsep kemerdekaan. Indonesia Merdeka juga termasuk salah satu media yang pertama kali menyeru agar semua wilayah bekas jajahan Hindia Belanda bersatu membentuk NKRI.

Perjuangan pers mahasiswa pada zaman penjajahan Belanda jauh berbeda dengan saat ini.Saat ini pers mahasiswa bergerak didalam lingkup yang lebih kecil yaitu kampus atau bisa dibilang miniatur sebuah negara. Karena miniatur sudah pasti kondisi sosial akan berbeda dengan negara. Pemerintahan kampus sebagai miniatur negara didalamnya juga terdapat lembaga hampir sama dengan negara yang mempunyai fungsi eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Nah disinilah mahasiswa lebih tepatnya pers mahasiswa harus mampu menempatkan diri sebagai kaum intelektual yang paham dengan pemerintahan negara dan pemerintahan kampus. Karena pers mahasiswa mempunyai mempunyai kedudukan yang strategis dan independen namun memiliki keber pihakan terhadap kaum mjnoritas. Maka harud mampu memperjuangkan hak-haknya tanpa didomplengi golongan tertentu.

Menurut Sugiarto, Pegiat Pers Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa Bhaskara, Dalam kinerjanya pers mahasiswa selalu berpatokan pada empat fungsi yang mampu mengubah tatanan sosial demi kepentingan banyak orang, yang mengacu pada UU pokok pers nomor 40 tahun 1999. Empat fungsi ini yaitu fungsi informasi, fungsi edukasi, fungsi transformasi, dan fungsi kontrol sosial.

Fungsi informasi, Sebagai media informasi selayaknya pers mahasiswa memberikan kabar berupa berita atau isu-isu yang berkembang terutama ditataran kampus. Informasi tersebut tidak sebatas isu internal kampus saja namun harus merambah isu-isu nasional. Mahasiswa harus peka terhadap isu yang beredar agar mampu menginformasikan kepada khalayak umum.
Fungsi edukasi, Sebagai media edukasi, konten tulisan berita dari pers mahasiswa harus memiliki unsur intelektualitas bagi pembaca. Pers mahasiswa tidak sekedar memberikan informasi melainkan memberikan pengetahuan yang benar tentang apa yang diangkat kepada pembaca. Ada sifat mendidik didalamnya sehingga menunjukkan bahwa pers mahasiswa ditekuni oleh para kaum intelektual muda. Sisi intelektualitas tidak hanya tercermin dalam perkuliahan saja namun harus tercermin dalam analisis terhadap wacana yang ada.
Fungsi transformasi, Fungsi per mahasiswa setelah menjadi media yang mampu mengedukasi pembaca selanjutnya ia harus dapat mentransformasikan wacana yang ada. Konten tulisan yang akan disampaikan kepada pembaca tidak hanya sebatas pemberitahuan saja. Namun penulis harus menyampaikan pemirikirannya tanpa harusmen judge isu yang disampaikan. Untuk menyampaikan pemikiran maka gaya penulisan yang disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami semua kalangan.
Fungsi kontrol sosial, Fungsi pers mahasiswa yang tidak kalah penting adalah mampu menjadi media kontrol sosial. Maksunya fungsi ini menempatkan pers mahasiswa sebagai pengawas kebijakan yang dikeluarkan oleh pemegang kekuasaan agar dalam mengeluarkan kebijakan nantinya harus didasari kepentingan khalayak umum. Ketika media umum tidak mampu melakukan kontrol sosial karena berbenturan dengan kepentingan komersial, maka disitulah peran pers mahasiswa difungsikan. Pers mahasiswa masih menjunjung tinggi idealis tanpa dibarengi dengan kepentingan pribadi atau golongan.

Mengingat sejarah berdirinya pers mahasiswa adalah untuk melakukan pembelaan terhadap rakyat. Maka kita sebagai pers mahasiswa kita harus menjunjung tinggi empat fungsi di atas. Dengan memberi bukti yaitu Pers mahasiswa harus mampu memberikan informasi kepada khalayak umum yang berisi informasi yang obyektif dan memberi kritik kritik yang membangun dan mampu memberikan edukatif kepada pembaca dengan bahasa penulisan yang mudah untuk di pahami.

           HIDUP PERS MAHASISWA!!!

Wednesday, October 14, 2015

SEDIKIT DIPAGI HARI TADI (sejarah intelektual barat)

Tulisan ini yang saya tulis adalah hasil rivew Pagi hari tadi ketika saya membaca hanya sekitar 15 menit dari buku yang berjudul "SEJARAH PSIKOLOGI (dari masa kelahiran sampai masa modern)" di sebuah kontrak.an yang di dalamnya ada banyak teman-teman dari berbagai bidang ada aktivis-aktivis, aktivis kampus lah atau bahkan aktivis sosmed juga ada. ada teman-dari organisasi kampus. Salah satunya ketua DEMA Ushuludin dan para pengurus-penguusnya. Sudah-sudah gk penting para aktivis tadi.
      Dari yang saya baca tadi ternyata sajarah intelektual barat berasal dari YUNANI klasik, kenapa berasal dari yunani klasik? Ternyata karena, pemikiran yunani klasik telah di kaji oleh para ilmuan islam, ilmuan yahudi, dan juga para rahib yang kemudian di bawa kembali ke eropa untuk dikaji dan dikembangkan kembali.
Ilmu intelektual yang pertama adalah "ALFABET" kenapa alfabet bukan matematika atau yang lain? Karena alfabet adalah tonggak ilmu pengetahuan, coba teman-teman bayangkan bagaimama ilmu intelektual tanpa alfabet, bisa di buktikan misalnya dari bangsa "Buddhisme" mereka baru bisa berkembang di asia setelah mereka di pertemukan oleh "alfabet BRAHMI" yaitu alfabet pertama dari buddhisme oleh bangsa semit dari pantai Mediterania, yang di dalamnya ada bangsa yahudi dan bangsa phoenic. Sebelum alfabet brahmi ini datang, bangsa bhuddisme sudah ratusan tahun menjalani tradisi Oral(lisan), baru setelah alfabet brahmi inilah mereka mau menulis dan mampu berkembang di asia. Nah dari bangsa phoenic inilah alfabet kemudian dibawanya ke yunani. Di yunani ini alfabet dikembangkan dengan di ciptakannya huruf vokal. Di yunani pengembangan intelektualnya dikembangkam melalui jalur perdagangan. Karena dengan perdagangan ini para bangsa yunani mampu bertemu dengan bangsa-bangsa besar lainnya, agama-agama besar lainyya sehingga banyak ilmu-pengetahuan yang masuk ke yunani. Dan seiring berjalannya waktu yunani semakin berkembang dan berkembang lagi.
Mungkin begitu kira-kira teman-teman.
Menurut saya itu adalah isi yang dapat saya tangkap dari buku yang saya baca tadi. Semoga bermanfaat.