Tuesday, October 20, 2015

DINAMIKA PERS MAHASISWA DARI MASA KE MASA

Pers mahasiswa apakah itu? Jika bertanya tentang pers mahasiswa pasti devinisi yang muncul dari setiap orang akan berbeda, tetapi jawaban umum yang akan muncul jika ditanmys apa pers mahasiswa? devinisinya yaitu sekelompok pemuda yang melakukan praktik mendalami bidang kejurnalistikan yang bermukim disuatu perguruan tinggi. Mereka dipandang sebagai kaum inteklektual yang membawa perubahan secara progresif terhadap kondisi sosial. Jika kita melirik kebelakang sejarah pers mahasiswa sudah hadir puluhan tahun sebelum universitas di Indonesia berdiri. Pers mahasiswa yang pertama adalah organisasi sosial Indische Vereniging pada tahun 1908 yang didirikan oleh segelintir kalangan pemuda yang terkena politik etis ketika kolonial Hindia Belanda, karens pada waktu itu kolonial Hindia Belanda belum mendirikan perguruan tinggi. Maka mereka yang terkena politik etis ini kemudian dikirim untuk berkuliah di Belanda. Golongan yang terkena politik etis adalah golongan dari pribumi kaya saja. Mereka yang kemudian dikirim berkuliah di Belanda Dari segelintir kalangan itulah kemudian berkumpullah mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kesadaran perjuangan dan mendirikan organisasi sosial Indische Vereniging pada tahun 1908 dimana organisasi ini kemudian berkembang menjadi Perhimpoenan Indonesia (PI).

PI ini sedari awal menyerukan persatuan dengan dasar nasionalisme untuk mengusir cengkraman kolonialisme di Indonesia. Tuntutannya yang dimuat dan diterbitkan yaitu majalah "Hindia Poetra", majalah ini bergerak dinamis mulai dari kritiknya terhadap Volksraad(parlemen yang dibuat Hindia Belanda) agar sepenuhnya diubah menjadi parlemen rakyat secara penuh (bukan hanya penasehat birokrat), misalnya kritik terhadap sewa tanah industri gula di Hindia Belanda yang menindas kaum tani, sampai berubahnya majalah "Hindia Poetra"  menjadi "Indonesia Merdeka" yang membedah secara detil pertanyaan-pertanyaan tentang konsep kemerdekaan. Indonesia Merdeka juga termasuk salah satu media yang pertama kali menyeru agar semua wilayah bekas jajahan Hindia Belanda bersatu membentuk NKRI.

Perjuangan pers mahasiswa pada zaman penjajahan Belanda jauh berbeda dengan saat ini.Saat ini pers mahasiswa bergerak didalam lingkup yang lebih kecil yaitu kampus atau bisa dibilang miniatur sebuah negara. Karena miniatur sudah pasti kondisi sosial akan berbeda dengan negara. Pemerintahan kampus sebagai miniatur negara didalamnya juga terdapat lembaga hampir sama dengan negara yang mempunyai fungsi eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Nah disinilah mahasiswa lebih tepatnya pers mahasiswa harus mampu menempatkan diri sebagai kaum intelektual yang paham dengan pemerintahan negara dan pemerintahan kampus. Karena pers mahasiswa mempunyai mempunyai kedudukan yang strategis dan independen namun memiliki keber pihakan terhadap kaum mjnoritas. Maka harud mampu memperjuangkan hak-haknya tanpa didomplengi golongan tertentu.

Menurut Sugiarto, Pegiat Pers Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa Bhaskara, Dalam kinerjanya pers mahasiswa selalu berpatokan pada empat fungsi yang mampu mengubah tatanan sosial demi kepentingan banyak orang, yang mengacu pada UU pokok pers nomor 40 tahun 1999. Empat fungsi ini yaitu fungsi informasi, fungsi edukasi, fungsi transformasi, dan fungsi kontrol sosial.

Fungsi informasi, Sebagai media informasi selayaknya pers mahasiswa memberikan kabar berupa berita atau isu-isu yang berkembang terutama ditataran kampus. Informasi tersebut tidak sebatas isu internal kampus saja namun harus merambah isu-isu nasional. Mahasiswa harus peka terhadap isu yang beredar agar mampu menginformasikan kepada khalayak umum.
Fungsi edukasi, Sebagai media edukasi, konten tulisan berita dari pers mahasiswa harus memiliki unsur intelektualitas bagi pembaca. Pers mahasiswa tidak sekedar memberikan informasi melainkan memberikan pengetahuan yang benar tentang apa yang diangkat kepada pembaca. Ada sifat mendidik didalamnya sehingga menunjukkan bahwa pers mahasiswa ditekuni oleh para kaum intelektual muda. Sisi intelektualitas tidak hanya tercermin dalam perkuliahan saja namun harus tercermin dalam analisis terhadap wacana yang ada.
Fungsi transformasi, Fungsi per mahasiswa setelah menjadi media yang mampu mengedukasi pembaca selanjutnya ia harus dapat mentransformasikan wacana yang ada. Konten tulisan yang akan disampaikan kepada pembaca tidak hanya sebatas pemberitahuan saja. Namun penulis harus menyampaikan pemirikirannya tanpa harusmen judge isu yang disampaikan. Untuk menyampaikan pemikiran maka gaya penulisan yang disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami semua kalangan.
Fungsi kontrol sosial, Fungsi pers mahasiswa yang tidak kalah penting adalah mampu menjadi media kontrol sosial. Maksunya fungsi ini menempatkan pers mahasiswa sebagai pengawas kebijakan yang dikeluarkan oleh pemegang kekuasaan agar dalam mengeluarkan kebijakan nantinya harus didasari kepentingan khalayak umum. Ketika media umum tidak mampu melakukan kontrol sosial karena berbenturan dengan kepentingan komersial, maka disitulah peran pers mahasiswa difungsikan. Pers mahasiswa masih menjunjung tinggi idealis tanpa dibarengi dengan kepentingan pribadi atau golongan.

Mengingat sejarah berdirinya pers mahasiswa adalah untuk melakukan pembelaan terhadap rakyat. Maka kita sebagai pers mahasiswa kita harus menjunjung tinggi empat fungsi di atas. Dengan memberi bukti yaitu Pers mahasiswa harus mampu memberikan informasi kepada khalayak umum yang berisi informasi yang obyektif dan memberi kritik kritik yang membangun dan mampu memberikan edukatif kepada pembaca dengan bahasa penulisan yang mudah untuk di pahami.

           HIDUP PERS MAHASISWA!!!

No comments:

Post a Comment