ABAD PERTENGAHAN, Abad pertengahan sekitar abad ke 10-14.an merupakan zaman keemasan bagi gereja dan merupakan zaman kegelapan bagi ilmu pengetahuan, mengapa demikian? Karena pada zaman itu gereja menguasai atau lebih tepatnya
mengurusi dunia dan akhirat, dunia di sini yaitu pemerintah dan akhirat di sini adalah agama, di mana ketika itu pemerintah maupun agama ketika membuat kebijakan harus disetujui oleh gereja, nah inilah yang disebut "the dark age" atau masa kegelapan. Imbasnya, ilmu pengetahuan atau filsafat mengalami kendala karena harus diimbangi dengan doktrin gereja.
Dalam memahami abad pertengangan kita tidak boleh mengabaikan para pendahulu, filosof Yunani yang berpengaruh pada waktu itu adalah Plato dan Aristoteles, mereka menampakkan pengaruhnya pada dua tokoh yang berpengaruh waktu itu, yaitu Santo Agustinus dan Tomas Aquinas. Plato menampakkan pengaruhnya pada agustinus, yang menghasilkan paham "Teosentris" pada Agustinus, yaitu sebuah pemikiran dimana semua proses dalam kehidupan di muka bumi ini akan kembali kepada Tuhan. Sehingga membuat pandangan bahwa pengetahuan duniawi itu tidaklah begitu penting. Sedangkan Aristoteles menampakkan pengaruhnya pada aquinas. Namun Aquinas tidak menelaah mentah-mentah ajaran aristoteles, dia membuang hal-hal yang tidak pas dengan ajaran Kristiani dan menambahkan hal-hal baru. Sehingga filsafatnya melahirkan corak baru yaitu "Thomisme" , yang menjadi ciri khas filsafat zaman pertengahan yang disebut "Ancilla Theologis" . Aquinas dalam hal terjadinya alam semesta berbeda pandangan dengan Agustinus. Dia menganut teori penciptaan, artinya Tuhan menciptakan alam semesta. Dengan tindakan mencipta, Tuhan menghasilkan ciptaan dari ketiadaan. Karena sesuatu timbul dari penciptaan Tuhan maka segala sesuatu juga ambil bagian dari tuhan, berati alam material juga mempunyai kebaikan sendiri. Jika alam material memiliki kebaikan berarti Tuhan menciptakan tidak hanya pada waktu itu saja lalu ciptaannya di biarkan menanti Tuhan mengambilnya lagi, tetapi tuhan menciptakan serta memelihara ciptaannya sampai Tuhan mengambilnya. Dari pandangan ini membuat bahwa kehidupan duniawi itu juga penting.
ZAMAN RENAISANS, zaman ini terjadi antara abad 14-16, ini merupakan zaman peralihan dari zaman pertengahan menuju zaman modern. Dari zaman inilah masa dimana ilmu pengetahuan menempati posisi kejayaannya.
Ketika zaman pertengahan atau di kenal dengan "the dark ege" atau masa kegelapan karena kemosrotannya ilmu pengetahuan di Barat pada waktu itu. di sisi lain Islam pada waktu itu mengalami masa-masa keemasannya, sehingga membuat banyak orang barat pergi ke timur dalam artian Islam untuk menuntut ilmu di sana dan di bawa ke Barat kembali.
Hijrah mereka ke Timur untuk menuntut ilmu tidak sia-sia karena mereka tau apa yang membuat Islam pada waktu itu mengalami masa keemasan. Apa yang membuat mereka berada pada masa keemasan?
Pertama, "Baca dan Tulis", ternyata pada waktu itu tradisi membaca pada islam sangat tinggi. Karena setelah mereka membaca di anjurkan untuk menulis, karena tulisan mereka akan dihargai dengan uaang.
Kedua, "Transformasi Ilmu", pada waktu itu sudah banyak bangunan sekolah-sekolah yang telah berdiri di timur, sehingga membuat proses transformasi ilmu lebih efektif.
Ketiga, "Kreativitas", setelah dua tahap membaca menulis dan transformasi ilmu, maka membentuk islam mempunyai kreativitas tinggi dari ilmu yang telah mereka dapat.
Ketiga hal inilah hasil yang di bawa orang barat, untuk di publikasikan dan di teraapkan di barat. Inilah awal mula masa renaisans/peralihan.
Setelah ketiga aspek itu telah berhasil di terapkan, dimasa renaisans ini menekankan pada, bidang seni lukis, patung, sastra, musik, filsafat, pengetahuan dan teknologi. Contoh kecilnya yaitu lukisan Leonardo Da Vinci, dengann karyanya lukisan Monalisa, dan ini menjadi bukti renaisans tumbuh karena sebelumnya melukis di larang oleh agama.
Tokoh pemikir pada zaman renaisans yang menonjol adalah Nicolaus Copernicus (1473-1543) dan Francis Bacon (1561-1626)
Karya copernicus yang sampai saat ini masih di gunakan adalah dia menemukan bahwa matahari adalah pusat dari jagat raya, dan bumi memiliki dua macan gerak, pertama perpuutaran sehari-hari bumi pada porosnya, dan gerak tahunan bumi mengelilingi bumi. Teoti ini di sebut "Heliosentrisme" dimana matahari adalah pusat jagat raya bukan bumi seperti yang di kemukakan Ptoloumus yang kemudian di perkuat oleh gereja, teorinya di sebut "Geosentrisme" bahwa bumi pusat jagat raya bukan matahari.
Karena copernicus tokoh yang ortodoks, dia menemukan teori itu dari hasil berfilosofnya/hasil analisa.nya, sehingga kemudian di perkuat oleh Galileo Galilei bahwa matahari poros jagat raya dengan menemukan Teleskop.
Penemuan copernicus yang di perkuat galileo galilei ini telah melahirkan revolusi pemikiran tentang alam semesta, terutama astronomi. Para ilmuan astronomi menjadi semakin penasaran dengan isi di luar bumi. Sehingga seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, para astronom mampu menemukan planet baru dan menamainya. Nama nama dari planet itu di ambil dari nama dewa dewa yunani, separti venus saturnus uranus dll. Bahkan dari teori copernicus mampu membuat manusia menjejakkan kaki ke bulan.
Dan tokoh yang ke dua Francis Bacon, dia adalah orang yang melampaui zamannya dengan merintis filsafat ilmu pengetahuan. Ungkapan Bacon yang terkenal adalah "knowledge is power" pengetahuan adalah kekuasaan.
Ada tiga contoh yang membuktikan pernyataanya:
Pertama, "mesiu menghasilkan kemenangan perang modern". Yang di maksud senjata api.
Kedua, "kompas memungkinkan manusia mengarungi lautan".
Ketiga, "percetakan yang mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan".
Nah itulah bukti pernyataan Bacon.
Demikianlah sejarah dalam masa pertengahan dan masa renaisans. Yang setelah masa itu adalah masa modern. Yang akan kita bahad di lain waktu.
Semoga bermanfaat.
LANJUTKAN SELALU BUDAYA MEMBACA, karena KATA FRANCIS BACON "PENGETAHUAN ADALAH KEKUASAAN"